Kamis, 13 Januari 2011

Mengajarkan Anak untuk Berbagi

Lagi nggak bisa tidur trs googling dpt artikel bagus nih moms.. Saya share disini aja jadi kalau ada yang lg main ke blog ini bisa baca deh.. Ga rugi kok..mudah2an bisa bermanfaat dan berguna buat moms yang msh hrs byk belajar kyk saya hehehe.. kepanjangan...langsung deh ke artikelnya moms..


Mengajarkan Anak untuk Berbagi


Pada saat berbagai bencana melanda negeri kita seperti sekarang, semua orang terketuk hatinya untuk menyumbang, atau berbagi, kepada para korban bencana. Berbagai institusi, maupun orang secara pribadi, turut menggalang dana maupun materi dalam bentuk lain, untuk membantu para korban.

Tetapi, ketika kita kembali ke kehidupan kita sehari-hari, masih ingatkah kita untuk berbagi? Bukankah masyarakat yang kekurangan tidak hanya muncul saat bencana melanda saja? Tidakkah di sekitar kita pun masih banyak keluarga yang tidak dapat menikmati kehidupan yang layak? Berbagi juga bisa kita lakukan pada mereka, yang sehari-hari masih belum mampu memenuhi kebutuhan gizinya, misalnya.

"Berbagi itu juga tidak hanya bermanfaat untuk orang lain, tetapi juga untuk diri sendiri. Apa yang kita berikan mungkin kecil bagi kita, tapi besar artinya untuk mereka. Ketika kita melihat orang yang kita bantu itu merasa senang dengan bantuan kita, ada kebahagiaan yang sempurna yang kita rasakan," tutur Yuna Eka Kristina, Public Relations Manager Orangtua Group, saat talk show "Through Mom, We Can See the Miracle of Giving", yang diadakan oleh Tango di Kidzania, Pacific Place, Sabtu (27/11/2010).

Banyak manfaat lain yang kita dapatkan dengan kebiasaan berbagi, antara lain, kita jadi pandai bersosialisasi dengan orang lain, mendapatkan rasa aman, damai, memiliki rasa cinta yang besar, dan berdaya. Menurut hasil penelitian, orang yang senang berbagi juga akan menghasilkan hormon endorfin.

"Hormon inilah yang berperan memberikan imunitas pada tubuh, sehingga tubuh memulihkan diri lebih cepat setelah operasi, dan mampu istirahat lebih optimal," lanjut Dra Rustika Thamrin, Psi, CBA, CHT, CI, MTLT, pada acara yang sama.

Untuk menciptakan kebiasaan untuk berbagi, Anda perlu mengajarkan kebiasaan ini pada anak sejak dini. Peran Anda sebagai ibu sangat besar dalam menularkan kebiasaan untuk berbagi. Sebab sebagai ibu, Anda punya kedekatan emosi yang lebih besar dengan anak. Umumnya, ibu juga mempunyai waktu lebih banyak bersama anak. Sebagai perempuan, Anda juga dikaruniai kemampuan untuk mencurahkan kasih sayang, lembut, dan detail.

"Yang perlu Anda lakukan adalah memberi contoh pada anak, karena sampai usia 5 tahun, anak adalah peniru yang ulung. Ketika perilaku ini dilakukan secara terus-menerus, lama-lama akan menjadi kebiasaan, dan akhirnya menjadi karakter," ujar psikolog yang berpraktik di Brawijaya Women and Children Hospital ini.

Rustika juga mengingatkan, memberi tidak harus berupa materi. Berbagi juga bisa diberikan dalam bentuk perhatian, senyuman, waktu, ketrampilan, sentuhan, harapan, saran, pengetahuan, dan lain sebagainya.

Menurutnya, waktu yang tepat untuk mengajarkan anak untuk berbagi adalah saat usianya 3 tahun. Sebelum usia itu, anak masih egosentris, sehingga belum memiliki konsep untuk berbagi. "Jangan memaksanya untuk berbagi, karena bila terpaksa, imej berbagi itu menjadi negatif," katanya.

Orangtua hanya perlu memberi contoh dan saran, bukan mengambil alih keputusan anak untuk berbagi. Biarkan anak menentukan sendiri bagaimana ia harus berbagi, karena bagaimanapun ia masih dalam proses belajar untuk itu. Bahkan, beri juga kesempatan pada anak untuk tidak berbagi. Jangan lupa memberikan penghargaan saat anak mau berbagi, misalnya dengan memberi pujian, senyuman, pelukan, atau ciuman.

Akan lebih baik bila Anda membuat program bersama keluarga dengan berbagi. Contohnya, dengan menjadwalkan waktu tertentu untuk berkunjung ke panti asuhan, atau memberikan susu kotak, atau cemilan bergizi lain di Posyandu. Karena dilakukan secara ajeg, berbagi pun akhirnya menjadi kebiasaan.

SUMBER - kompas.com

Sabtu, 08 Januari 2011

Moms, yang punya Tips atau moms yg lg butuh Tips, share disini aja ya:)

Saya butuh tips jitu nih moms....:D
Ada yg punya tips buat lepas diapers ga moms?

Anakku "kaera" 2.7thn susah bgt nih...:( udah di kasih pengertian & diajak ke kamar mandi tiap pipis/pup msh aja di celana (klo nggak pake diapers), malah sekarang tiap dia pipis/pup di celana lsg aja dia bilang "ibu klo pipis jgn di celana ke kamar mandi ya bu... ibu baik..sholeh..." Lah jd ngajarin ibunya..jd pengen ketawa sendiri hehe... mungkin dia bilang sebelum dibilangin sama ibunya kali ya hehehe...:D
So, share tipsnya dong moms.....

Thanks

Kamis, 06 Januari 2011

Share resep makanan/cemilan sehat, hemat & praktis yuk di sini :)

Mom's, dad's, sist's klo punya resep praktis & hemat buat anak, keluarga atau buat bekal anak ke sekolah Share posting disini ya.... Thanks

  

Telur Dadar Tahu

Bahan :
2 butir telur
1 buah tahu ukuran sedang, dikukus, ditumbuk halus
1 tangkai daun seledri, diiris halus
1/2 batang daun bawang, diiris halus
1 siung bawang putih ukuran kecil, dicincang halus
1/4 buah bawang bombay, dicincang halus
1/4 sdt garam
1/2 sdt saus tomat
1/2 sdm margarin untuk menumis
merica bubuk sedikit

Cara Membuat:
1. Panaskan margarin. Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum. Angkat dan sisihkan.
2. Kocok lepas telur. Masukkan tumisan bawang putih, tahu, daun seledri, daun bawang, garam, dan merica bubuk. Aduk rata.
3. Tambahkan saus tomat. Aduk rata.
4. Panaskan 1 sendok makan margarin. Masukkan campuran telur. Aduk-aduk sebentar. Tutup. Biarkan sampai matang.
5. Angkat lalu tiriskan, untuk tambahan bisa dikasih parutan keju deh diatasnya

Rabu, 05 Januari 2011

Kue Donat Kentang

Pertama diajarin bikin kue donat kentang ini dari mertua, enak & hemat untuk cemilan sehat keluarga, coba yuk..

Bahan:
275 g tepung terigu
2 sdt baking powder
¼ sdt garam
¼ sdt soda kue
100 g gula pasir
2 butir telur ayam, kocok
50 g mentega, lelehkan
125 ml susu cair, aduk dengan½ sdm air jeruk nipis
150 g kentang, kupas, kukus, haluskan
minyak goreng

Cara membuat:
Campur semua bahan kering menjadi satu. Buat lubang di tengahnya. Masukkan telur dan mentega leleh sambil aduk hingga rata. Tuang susu sedikit-sedikit kedalam adonan sambil uleni sampai licin. Tambahkan kentang halus, aduk hingga adonan tidak lengket di tangan, diamkan 20 menit tutup dengan lap basah. Bentuk adonan menjadi bentuk cincin atau bentuk lainnya. Goreng dalam minyak yang banyak di atas api kecil sampai donat berwarna kuning kecokelatan. Angkat dan tiriskan. Jika suka taburi gula tepung atau olesi dengan mentega lalu taburi dengan coklat/keju. Siap disajikan.