Peran ibu sangat memengaruhi tumbuh kembang buah hatinya. Ibu tak berperan sebagai pelindung saja. Seiring bertambahnya usia, ibu juga harus menjadi sahabat serta pendukung buah hatinya.
Menjadi ibu, sebuah tugas amat mulia yang penuh tantangan. Namun dengan ketulusan dan kasih sayang, para ibu pun menghadapi tantangan yang ringan maupun yang berat sekalipun. Niat untuk memberikan yang terbaik untuk buah hatinya telah menimbulkan kekuatan yang besar.
Menjadi ibu, sebuah tugas amat mulia yang penuh tantangan. Namun dengan ketulusan dan kasih sayang, para ibu pun menghadapi tantangan yang ringan maupun yang berat sekalipun. Niat untuk memberikan yang terbaik untuk buah hatinya telah menimbulkan kekuatan yang besar.
Seiring pertumbuhan si kecil, peran ibu pun dituntut untuk berubah. Mulai pelindung hingga menjadi pendukung. Dikatakan psikolog anak, Roslina Verauli MPsi, bahwa peran orangtua dalam pengasuhan anak kerap mengalami perubahan, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Itu sebabnya, orangtua terutama ibu, diharapkan mampu memahami tugas-tugas perkembangan anak untuk setiap tahap tumbuhkembangnya,” ucap psikolog yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah ini. Tantangan atau problem biasanya muncul saat anak beranjak remaja.
Biasanya pada masa inilah mulai muncul problem antara ibu dan anak. Problem ini timbul biasanya karena adanya gap atau perbedaan generasi, yang menciptakan perbedaan pemahaman dalam hubungan ibu dan anak. Kadang kala tuntutan ibu terhadap anaknya tidak terpenuhi. Kebanyakan kaum ibu berpikir mereka mampu bertindak sebagai supermom karena mereka berpikir selalu tahu apa yang terbaik bagi anaknya. Namun bagi sang anak, mereka lebih dilihat sebagai bad cop yang selalu melarang segala sesuatu yang mereka suka.
Seharusnya, para orangtua harus bekerja sama menjadi satu tim dan bersikap konsisten dalam menerapkan peraturan-peraturan di rumah. Dalam mendidik anak pun, orang tua tak lagi harus otoriter. Biasanya anak semakin dilarang, dia akan semakin nekat. Sebaliknya, pendekatan yang baik menjadi seorang sahabat, justru mampu membuat anak merasa nyaman. ”Penting sekali untuk menumbuhkan sikap sebagai sahabat dalam memerankan peran ibu,” ucap psikolog dari Universitas Indonesia Dra Diennayarti Tjokrosuprihartono MPsi.
Sebagai ibu, Anda dapat memulainya dengan menerapkan perilaku optimistis. Misalnya saja, ajarkan sikap optimistis dengan nilai baik yang akan dicapainya. Katakan dan bimbinglah anak dengan sangat bijaksana.
Dijelaskan Diennayarti, terkadang seorang ibu memiliki dilema dalam memerankan perannya. Dilema seorang ibu pada dasarnya disebabkan keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi si kecil tanpa menjadikannya seorang ”polisi jahat”, karena penyampaian dengan cara yang kurang dapat dipahami si kecil.
”Para ibu harus mampu mengatasi dilema yang dihadapinya dengan memberikan solusi terbaik. Melalui sarana yang positif dan menyenangkan, hubungan ibu dan anak akan terjalin erat dan terwujudlah persahabatan dengan si kecil selamanya (best friend forever),” tutur psikolog yang juga menjabat Wakil Dekan Bidang Nonakademis Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia.
Beberapa keuntungan yang bisa didapat jika ibu berperan sebagai sahabat ialah bisa memberikan tempat yang nyaman untuk mencurahkan isi hati. Peran sahabat juga memungkinkan ibu memberikan dorongan saat sedih atau sedang kesulitan, bisa menerima apa adanya, mau menjadi sahabat ngobrol yang mengasyikkan, bisa menjadi tempat bercerita dan bertanya karena bisa dipercaya, serta bisa meningkatkan harga diri.
”Memiliki sahabat adalah kondisi yang sangat menyenangkan bagi anak-anak dan siapa pun di dunia. Dan bersama sahabat pulalah, kita selalu merasa bahagia,” ungkap Diennayarti.
Memulai hidup menjadi ibu, yang terpenting adalah mau belajar dan memiliki persiapan-persiapan yang baik. Berusahalah untuk menggali bermacam informasi dari berbagai media untuk memperkaya pengetahuan Anda dalam mengasuh sang buah hati.
”Ibu harus bisa memahami perilaku buah hati sesuai dengan tahapan perkembangan mereka,” ungkapnya dalam acara ”Warna-Warni Kasih Bunda” dengan talkshow bertajuk ”Tips Nanny 911, Bantu Ibu Moo Jadi Sahabat si Kecil”, di East Mall Grand Indonesia, belum lama ini.
Jika komunikasi yang baik dan benar sudah terbentuk sejak buah hati Anda masih kecil, misal dari mulai merangkak, maka kedekatan yang terjalin antara ibu dan si kecil pun berjalan dengan baik. Kenyamanan yang ada dalam hati si mungil akan mengembangkan rasa aman, dan percaya dirinya semakin meningkat.
“Semua ibu memiliki harapan yang sama terhadap anaknya. Oleh karena itu, peran ibu yang sangat besar dalam pertumbuhan anak dan sangat memengaruhi,” ujarnya.
Tidak heran jika peran yang dimiliki seorang ibu bukanlah suatu peran yang mudah. Untuk itu, menjadi sahabat merupakan salah satu peran yang sangat tepat tanpa mengurangi wibawa sebagai seorang ibu.
Menjadi ibu yang sukses harus memiliki target yang bijaksana untuk anak-anaknya, di mana target itu haruslah sesuai kenyataan, dapat dicapai, spesifik, dan dengan waktu yang tepat. Selamat hari ibu!
(Koran SI/Koran SI/tty)
Sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar